Kamis, 16 Oktober 2025

DPRD Purwakarta Mendukung Sepenuhnya Pedagang Pasar Jumat Mendapat Kerohiman Tahun Ini

 

Dari kiri: Pj.Sekda Nina Herlina, Wakil Ketua DPRD Luthfi Bamala dan anggota komisi II DPRD Purwakarta

PURWAKARTA - Ratusan pedagang pasar Jumat korban kebakaran pada hari Rabu 15 Oktober 2025 mendatangi gedung DPRD Purwakarta untuk meminta kepastian kapan mereka menerima dana kerohiman. Para pedagang ini merupakan korban kebakaran yang terjadi pada 18 Maret 2025.

Kedatangan mereka (pedagang pasar Jumat) ke gedung DPRD Purwakarta diterima oleh Wakil Ketua DPRD Luthfi Bamala, anggota Komisi II DPRD Purwakarta Dedi Juhari, Teddy Nandung Heryawan, Agus Wijaya, Lina Yuliani, Ceceng Abdul Qodir dan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Pemkab Purwakarta, Nina Herlina. 

Berdasarkan data yang disampaikan para pedagang melalui Koordinatornya, Aa Komara dari Komunitas Bela Purwakarta ada 200 pedagang korban kebakaran semenjak kejadian hingga pertemuan terakhir kemarin belum mendapatkan bantuan kerohiman sebagaimana dijanjikan Bupati Purwakarta ketika meninjau lokasi kebakaran beberapa bulan lalu.

”Kami sudah berulang kali mengadakan pertemuan dengan pihak Pemerintah Daerah dan DPRD Purwakarta, tapi hasilnya masih nihil. Sementara para pedagang sekarang sangat membutuhkan bantuan tersebut mengingat mereka tak punya penghasilan karena modal dan tempat usaha mereka ludes terbakar,”kata Aa Komara.

Sementara Pj. Sekda Pemkab Purwakarta, Nina Herlina menyampaikan, bantuan kerohiman dianggarkan pada APBD tahun 2026. ”Kami, sampai hari ini masih memverifikasi dan memvalidasi data mutakhir jumlah pedagang korban kebakaran agar tidak salah memberikan bantuan yang berakibat hukum. Anggaran bantuan kerohiman bisa kami selesaikan pada tahun depan (2026),”kata Pj. Sekda Nina Herina.

Koordinator Bela Purwakarta, Aa Komara

Namun jawaban Pj. Sekda Purwakarta langsung di tukas oleh para pedagang bahwa rencana bantuan kerohiman apabila dibayarkan tahun depan kelamaan. ”Maaf bu Sekda, penderitaan para pedagang sudah 7 bulan sejak kejadian. Kalau rencana bantuan itu baru akan diselesaikan tahun depan kelamaan. Sedangkan penyelesaian Bangunan Liar (Bangli) bisa diselesaikan lebih cepat. Padahal Bangli itu penertibannya jauh setelah teradi kebakaran pasar Jumat,”kata Aa Komara.


Sempat anggota Komisi II DPRD Purwakarta, Dedi Juhari memberikan opsi agar bantuan kerohiman bisa diselesaikan pada tahun ini (2025) yaitu dengan dana talang. ”Beberapa opsi seperti dari anggaran BTT, CSR dan APBD Perubahan tidak memungkinan, coba usahakan pakai dana talang dulu,”saran Dedi Juhari.

Atas desakan dari pedagang dan saran dari anggota dewan, Pj. Sekda Nina Herlina akan melaporkan hasil pertemuan tersebut kepada Bupati dan hasilnya akan disampaikan minggu depan. ”Nanti akan saya sampaikan kepada pak Bupati dan hasilkan akan disampaikan minggu depan,”kata Pj. Sekda.


Wakil Ketua II DPRD Purwakarta, Luthfi Bamala usai pertemuan antara pedagang dan pihak Pemkab Purwakarta mendukung penuh keinginan yang disampaikan para pedagang. 


”Dari hasil pertemuan tadi antara para pedagang pasar Jumat dan pihak Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Bu Pj. Sekda akan segera berkonsultasi dengan Bupati, mudah-mudahan minggu depan sudah ada jawaban. Seperti harapan masyarakat pedagang pasar Jumat agar kerohiman atau keperhatian khusus dari Pemerintah Daerah kepada para pedagang agar bisa di selesaikan tahun 2025. Pedagang dengan jelas menolak untuk anggarannya di geser tahun depan. Kami (DPRD) mendukunng penuh harapan para pedagang dan Pemerintah Daerah bisa mencari solusi terbaik,”kata Luthfi Bamala. (Humas Setwan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh Fraksi DPRD Purwakarta Menerima Nota Keuangan RAPBD TA 2026 yang Disampaikan Bupati

  Bupati Purwakarta (pakai iket putih) dan pimpinan DPRD PURWAKARTA - DPRD Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Menggelar Rapat Paripurna Tingk...