Rabu, 31 Desember 2025
DPRD Purwakarta Gelar Rapat Paripurna Laporan Pertanggungjawaban Pimpinan DPRD Tahun 2025
Senin, 22 Desember 2025
Sekretaris DPRD Purwakarta Rudi Hartono Sampaikan Pesan Bupati Kepada Pegawai yang mendapat Promosi Agar Menjaga Amanah
![]() |
PURWAKARTA - Sekretaris DPRD Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rudi Hartono berpesan kepada pejabat utama yang baru menempati posisi mengisi kekosongan jabatan pada level Kepala Bagian (Kabag) di Sekretariat Dewan (Setwan) maupun pegawai Setwan yang mendapat promosi keluar agar menjaga amanah.
“Bupati berpesan kepada pegawai yang mendapat promosi jabatan agar menjaga amanah. Ada 3 (tiga) pegawai Setwan yang mendapat promosi ditempat lain,”kata Sekretaris DPRD Purwakarta, Rudi Hartono pada apel pagi, Senin (22/12/2025).
Tiga pegawai Setwan yang mendapat promosi adalah;
1. Intan Rustaningrum, sebelumnya staf Pengadministrasi Perkantoran di Sekretariat DPRD promosi jabatan menjadi Kasubag Kepegawaian dan Umum di Kecamatan Sukatani.
2. Ade Abrag Mutatohirin sebelumnya staf Penelaah Teknik Kebijakan Setwan promosi jadi Kasubag Umum Kepegawaian pada Dinas Lingkungan Hidup.
3. Hendra Setiawan sebelumnya staf Penelaah Teknik Kebijakan Setwan promosi jadi Kasubag Umum Kepegawaian di Kecamatan Jatiluhur.
Selanjutnya yang mendapat promosi jabatan semula staf pegawai pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ema Juwita mendapat promosi menjadi Kepala Sub Bagian Verifikasi dan Perbendaharaan pada Sekretariat DPRD Purwakarta.
Pada Level Eselon III A (Kepala Bagian) Tiktik Kartika Wulandari yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Perekonomian dan SDA pada Sekretariat Daerah kini mengisi kursi Kepala Bagian Fasilitasi, Pengawasan dan Penganggaran (Fasangwas) Sekretariat DPRD dan R. Arief Budiman Hendra Kusumah, sebelumnya Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan mendapat promosi satu tingat dari eselon III B naik ke Eselon III A menjadi Kepala Bagian Program dan Keuangan Sekretariat DPRD Purwakarta.
Sementara Kepala Bagian Program dan Keuangan Sekretariat DPRD Purwakarta, H. Alfatah di rotasi menjadi Sekretaris Badan Kepegawaian dan Aset Daerah (BKAD).
Perlu diketahui, pada hari Jumat (19/12/2025), Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein merotasi - promosi dan mutasi jabatan eselon IV dan III sebanyak 203 ASN di lingkunngan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. (Humas Setwan).
Senin, 01 Desember 2025
DPRD Bersama Bupati Purwakarta Setuju R-APBD TA 2026 Sebesar Rp.2,5 T Ditetapkan Menjadi Perda
![]() |
| Bupati Purwakarta dan pimpinan dewan memperlihatkan naskah 2 Raperda yang disahkan jadi Perda. |
PURWAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat bersama Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2026 sebesar Rp. 2.510.714.431.708.
Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) TA 2026 ditargetkan sebesar RP.1.037 T meliputi;
a. Pajak Daerah.
b. Retribusi Daerah.
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
Persetujuan Bersama terhadap penetapan Raperda APBD Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2026 dan Persetujuan Bersama Terhadap Raperda Pengelolaan Perikanan Air Tawar, pada rapat Paripurna Tingkat II yang digelar di gedung DPRD Purwakarta, Jumat malam (28/11/2025).
Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Purwakarta, Sri Puji Utami didampingi Wakil Ketua I DPRD Purwakarta, Dias Rukmana Praja, Wakil Ketua II DPRD Purwakarta, Luthfi Bamala, Wakil Ketua III DPRD Purwakarta, H. Entis Sutisna dan Sekretaris DPRD Purwakarta, Rudi Hartono.
Dari eksekutif hadir langsung Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, Pj. Sekda Purwakarta Hj. Nina Herlina, Para pejabat eselon II, III dan IV, Forkopimda dan Tamu undangan lainnya.
Sebelum dicapai persetujuan bersama terhadap penetapan R-APBD TA 2026 menjadi Perda APBD TA 2026, Badan Anggaran DPRD Purwakarta menyampaikan laporan hasil kerja bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Purwakarta yang dibacakan oleh Wakil Ketua Banggar yang juga menjabat Wakil Ketua I DPRD Purwakarta, Dias Rukmana Praja.
Sebelum acara penandatanganan Raperda APBD TA 2026 ditetapkan menjadi Perda APBD TA 2026, 8 (Delapan) Fraksi di DPRD Purwakarta terdiri dari;
1. Fraksi Partai Gerindra.
2. Fraksi Partai Golkar.
3. Fraksi Partai Nasdem.
4. Fraksi Partai PDIP.
5. Fraksi Partai PKB
6. Fraksi Partai PKS
7. Fraksi DEPAN (Gabungan Partai Demokrat dan PAN).
8. Fraksi PERHATIAN (Gabungan Partai PPP dan Hanura)
![]() |
| Anggota DPRD Purwakarta saat mengikuti rapat Paripurna tingkat II persetujuan bersama antara DPRD dan Pemda Purwakarta |
Dalam pendapat akhir Fraksi, seluruh Fraksi di DPRD Purwakarta diatas menerima dan menyetujui Raperda APBD TA 2026 untuk ditetapkan menjadi Perda APBD TA 2026.
”Setelah kita ikuti bersama pendapat akhir fraksi-fraksi yang disampaikan oleh masing-masing juru bicaranya. Menurut hemat kami, seluruh fraksi dapat menerima dan meyetujui kedua peraturan tersebut. Selanjutnya, untuk memperoleh legalitas, maka pada pengambilan keputusan ini kami meminta persetujuan baik dari anggota dewan maupun saudara Bupati. Dalam pengambilan keputusan ini kami akan langsung bertanya kepada para anggota dewan dan Bupati bahwa Rancangan Peraturan APBD TA 2026 dan Rancangan Peraturan Daerah Pengelolaan Perikanan Air Tawar yang akan ditetapkan menjadi Perdaturan Daeran, Apakah para anggota DPRD dan saudara Bupati setuju!,” dan dijawab ”Setuju...”.
Sementara itu, Bupati Purwakarta dalam pendapat akhirnya menyampaikan permohonan maaf yang sedianya rapat paripurna dilaksanakan siang hari diundur menjadi pada malam hari dikarenakan pada siang harinya Bupati Om Zein harus menghadiri langsung menerima penghargaan Pariwara Anti Korupsi pada Apresiasi Periwara Anti korupsi dan ACFFEST 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan satu-satunya daerah di Jawa Barat yang mendapat penghargaan itu.
”Pertama-tama saya mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya dan apresiasi atas kerja anggota dewan bersama pemerintah daerah yang telah berhasil melaksanakan tugasnya. Pada prinsipnya rapat ini dilakasanakan sangat luar biasa. Dimana APBD TA 2026 sudah disesuaikan dengan penurunan TKD pada tahun 2026. Dan kita masih memprioritaskan pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan. Malam ini adalah malam kebahagiaan, momentum yang sangat penting. Malam ini malam terakhir kita mengambil keputusan Rancangan Pertauran Daerah tahun 2026 dan tadi alhamdulilah semua fraski setuju. Mudah-mudahan tahun depan lebih baik dari tahun sebelumnya,”demikian disampaikan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. (Humas Setwan)
Bupati Purwakarta Lantik 4.408 PPPK Paruh Waktu, Termasuk 58 Pegawai dari Sekretariat DPRD
Purwakarta — Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein,
secara resmi melantik 4.408 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(PPPK) Paruh Waktu pada Selasa, 25 November 2025, bertempat di
Stadion Purnawarman. Pelantikan ini menjadi langkah penting dalam penguatan
sumber daya manusia dan penataan kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Purwakarta.
Acara yang berlangsung
khidmat tersebut dihadiri oleh pimpinan perangkat daerah, camat, serta
perwakilan unsur Forkopimda. Ketua
Komisi I DPRD Kabupaten Purwakarta dari
Fraksi PDI-P Warseno,S.E. turut hadir untuk memberikan dukungan kepada pegawai
yang mengikuti pelantikan.
58 Pegawai Sekretariat DPRD Resmi Dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu
Dari total 4.408 pegawai yang dilantik, sebanyak 58 orang merupakan pegawai dari Sekretariat DPRD Kabupaten Purwakarta. Mereka terdiri dari tenaga teknis, administrasi, serta personel pendukung yang selama ini telah mengabdikan diri dalam mendukung kelancaran tugas-tugas kedewanan.
Dengan dilantiknya 58
pegawai tersebut, Sekretariat DPRD berharap peningkatan kinerja kelembagaan
dapat semakin optimal, terutama dalam penyelenggaraan pelayanan administrasi,
dokumentasi, dan dukungan terhadap fungsi legislasi, penganggaran, serta
pengawasan DPRD Kabupaten Purwakarta.
Komitmen Penguatan SDM Melalui Skema PPPK Paruh Waktu
PPPK Paruh Waktu yang
dilantik akan bertugas di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di
lingkungan Pemkab Purwakarta. Skema ini merupakan solusi strategis dalam
mengakomodasi tenaga non-ASN yang telah lama mengabdikan diri sekaligus
merespons kebijakan nasional terkait penghapusan status honorer.
Dalam sambutannya,
Bupati Saepul Bahri Binzein menyampaikan apresiasi kepada pegawai yang kini
telah resmi berstatus ASN.
“Mereka sudah lama
mengabdi di Kabupaten Purwakarta ini, hanya status saja yang berubah. Artinya,
yang tadinya sudah setia, lebih menunjukkan kesetiaannya, yang tadinya sudah punya
integritas, lebih berintegritas lagi,” ujarnya.
Bupati yang akrab disapa Om Zein ini juga menegaskan bahwa perubahan status tersebut diharapkan menjadi dorongan baru bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Harapan untuk Meningkatkan Pelayanan
DPRD Kabupaten
Purwakarta melalui Ketua Komisi I yang membidangi Kepegawaian/Aparatur menyambut
baik pelantikan ini sebagai bentuk penguatan kapasitas organisasi, khususnya
dengan bertambahnya 58 pegawai berstatus ASN PPPK Paruh Waktu. Diharapkan,
kualitas kerja dan pelayanan internal sekretariat semakin meningkat sejalan
dengan semangat profesionalitas pegawai yang baru dilantik.
Acara pelantikan ditutup dengan ucapan selamat kepada seluruh pegawai serta arahan untuk segera melapor ke unit kerja masing-masing guna mengikuti orientasi dan penugasan awal. (Humas Setwan)
Warga Desa Campaka Mengadu ke DPRD Purwakarta Terkait Lahan Tanah Mereka Sejak 1997 Belum Juga Diserahkan Oleh PTPN VIII
Pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Purwakarta saat menerima audiensi warga masyarakat desa Campaka terkait permasalahan lahan tanah mereka y...
-
Ketua DPRD Purwakarta (kedua dari kiri) memberikan penjelasan kepada wartawan terkait 35 anggota namanya tercantum sebagai Penerima BSU PU...
-
dari kiri: Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Kepala Kejaksaan Negeri Martha Parulina Berliana dan Ketua DPRD Purwakarta, Sri Puji Utam...
-
Ketua DPRD Purwakarta, Sri Puji Utami didampingi para wakil ketua DPRD Purwakarta menyerahkan surat tuntutan mahasiswa ke DPR RI. PURWAKARTA...





